Mozaik Harokah FPI - Ibu pertiwi menangis tetapi kenapa kalian tidak mendengar?? Kapal besar bangsa ini diombang-ambingkan oleh badai dan terancam tenggelam. Tetapi kalian masih saja asyik dengan fitnah, adu domba serta kriminalisasi para ulama.

Musuh bangsa Indonesia sudah nyata di depan mata, tetapi kalian masih saja menari-nari dan bermanuver yang tiada guna.

Kalian adalah para pemimpin negeri ini, baik eksekutif, legistalif maupun yudikatif. Ketiga pemimpin di institusi besar di negara ini jangan salah sangka, jangan salah sasaran dan jangan salah tangkap mengenai musuh negara.

Musuh bangsa Indonesia ini bukan HRS (Habib Rizieq Syihab) yang baru saja pulang dari Mekkah setelah 3,5 tahun tinggal disana. HRS adalah ulama yang lantang meneriakkan tentang kebenaran, keadilan dan pastinya pro pancasila serta pro NKRI. 

HRS bukan koruptor yang maling uang negara. HRS bukan pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) versi pemerintah menyetempel Organisasi Papua Merdeka yang sudah nyata ingin memisahkan diri dari NKRI.

HRS bukan koruptor seperti dua orang menteri yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Sungguh amat sangat memalukan, ditengah situasi pandemi yang selalu digembor-gemborkan oleh pemerintah justru "maling" nya ada di pemerintah sendiri". Tak tau malu kepada rakyat. 

Ibarat pepatah, "menepuk air di dulang terpercik muka sendiri". Menjelekkan, menghina, memfitnah bahkan mau mengkriminalisasi ulama tetapi Allah Subhanahu wata'ala justru membukakan aib-aib mereka tanpa disangka-sangka.

Saya sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang cinta akan bangsa dan negara ini, berpesan sudahilah kedzoliman-kedzoliman yang kalian lakukan kepada rakyat, kepada umat dan kepada para ulama karena Allah pasti tidak rela. Dan kalau Allah juga ikut murka pasti akan ada kejadian sangat dahsyat menimpa bangsa ini.

Bertaubatlah para pemimpin bangsa dari kedzoliman ini. Sehebat-hebatnya kalian pasti akan kalah dan binasa oleh "keinginan dan kuasa" Allah Subhanahu wata'ala.

Magelang, 6 Desember 2020


Oleh : Anang Imamuddin

*Deklarator KAMI Jateng-DIY